๐Ÿ“Š Kalkulator Rata-rata Harga Saham

Rata-rata turun atau naik dari beberapa lot beli โ€” impas, laba/rugi, dan skenario what-if. Tanpa login.

Label kosmetik saja โ€” tidak ada data harga live.
Rata-rata Harga Per Saham
โ€”
Total Saham
โ€”
Total Investasi
โ€”
Masukkan setidaknya satu lot beli untuk melihat hasil.
Lot Pembelian
# Saham Harga Per Saham Total Biaya Bobot
Harga Pasar Saat Ini (Opsional)
Terisi otomatis dari lot di atas
What-If: Target Rata-rata

Berapa saham lagi yang perlu dibeli pada harga $X agar rata-rataku menjadi $Y?

Cara Kerja Perhitungan Rata-rata Harga

Rata-rata harga per saham (disebut juga basis biaya per saham) dihitung dengan membagi total investasimu dengan total saham yang dipegang:

Rata-rata Harga = Total Investasi รท Total Saham yang Dipegang

Ketika kamu membeli saham pada harga berbeda dari waktu ke waktu, rata-rata berbobot ini menggabungkan semua harga pembelian. Berbeda dari rata-rata sederhana harga, ini mengbobot setiap lot secara benar berdasarkan ukurannya.

Contoh Perhitungan

Misalkan kamu membeli saham dalam tiga lot:

  • Lot 1: 100 saham pada $10,00 = $1.000
  • Lot 2: 200 saham pada $8,00 = $1.600
  • Lot 3: 150 saham pada $7,50 = $1.125

Total saham: 450 | Total investasi: $3.725
Rata-rata harga: $3.725 รท 450 = $8,278 per saham

Jika harga saat ini $9,00, laba/rugi belum terealisasi = (450 ร— $9,00) โˆ’ $3.725 = $4.050 โˆ’ $3.725 = +$325 (+8,72%).

Rumus What-If (Penyelesaian Balik)

Untuk mencari berapa saham yang perlu dibeli pada harga Pbaru agar mencapai rata-rata target Atarget, dengan saham saat ini N dan rata-rata saat ini A:

Saham yang dibutuhkan = N ร— (A โˆ’ Atarget) รท (Atarget โˆ’ Pbaru)

Ini hanya berlaku ketika Atarget berada di antara Pbaru dan A. Kamu tidak bisa merata-rata turun ke harga di bawah harga beli baru, dan tidak bisa merata-rata naik ke harga di atas harga beli baru.

Tips Praktis

  • Rata-rata turun meningkatkan ukuran posisi dan risikomu. Hanya rata-rata turun pada saham yang kamu yakini sepenuhnya โ€” bukan sekadar untuk "balik modal" secara emosional.
  • Rata-rata naik (membeli lebih banyak saat saham naik) adalah strategi momentum yang digunakan oleh pelaku trend-following. Matematikanya sama.
  • Basis biaya penting untuk pajak. Di banyak negara, kamu bisa memilih FIFO, LIFO, atau identifikasi lot tertentu saat menjual. Kalkulator ini menghitung rata-rata campuran (metode rata-rata biaya).
  • Trader opsi menggunakan rata-rata biaya ketika melacak premi yang dibayar di beberapa kontrak sebelum penugasan.

Strategi Rata-rata Turun Dijelaskan

Rata-rata turun berarti membeli saham tambahan dari saham yang harganya telah turun sejak pembelian awalmu. Tujuannya adalah menurunkan basis biaya rata-rata agar saham perlu naik lebih sedikit untuk mencapai profitabilitas.

Kapan masuk akal: Kamu percaya fundamental bisnis masih solid dan penurunan harga bersifat sementara atau didorong pasar. Investor seperti Warren Buffett terkenal menggunakan harga yang turun sebagai kesempatan untuk membeli lebih banyak bisnis berkualitas dengan harga lebih baik.

Kapan berbahaya: Rata-rata turun pada perusahaan yang memburuk โ€” "menangkap pisau jatuh" โ€” memperbesar kerugian. Saham mungkin tidak pernah pulih. Sebelum menambah posisi yang merugi, tanyakan: "Apakah saya akan membeli ini untuk pertama kali hari ini pada harga ini?"

Rata-rata Naik: Arah Sebaliknya

Pelaku trend-following dan investor pertumbuhan sering rata-rata naik: membeli lebih banyak saat harga naik untuk menambah posisi yang menang. Ini meningkatkan rata-rata biaya tetapi juga berarti modal ditanamkan ke pemenang yang terkonfirmasi. Kalkulator ini menangani kedua arah secara identik.

Kripto dan Aset Lainnya

Matematika rata-rata yang sama berlaku untuk Bitcoin, ETH, emas, atau aset lain yang kamu akumulasi dari waktu ke waktu. Kalkulator ini sengaja dibuat agnostik terhadap jenis aset.

Pertanyaan yang Sering Diajukan